28 Maret 2026 Pasuruan || headlineindonesia.id Purwodadi, Jawa Timur
Polemik pemberitaan yang menyeret nama jurnalis Irawan dari media Teropong Indonesia kini memasuki babak baru. Klarifikasi dari sejumlah pihak mengindikasikan bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik.
Rista Devi secara tegas membantah seluruh isi pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan Irawan. Ia menegaskan tidak pernah memiliki hubungan, komunikasi, maupun keterlibatan dalam skenario sebagaimana yang diberitakan.
Lebih jauh, ia menyayangkan keras tidak adanya proses konfirmasi sebelum berita dipublikasikan. Dampaknya, menurutnya, bukan hanya mencederai fakta, tetapi juga merugikan nama baik dan kondisi psikologisnya.
Di sisi lain, Irawan angkat bicara dan memastikan dirinya bukan penulis berita yang menjadi polemik. Ia menyebut adanya oknum lain berinisial JV yang diduga bertanggung jawab atas penulisan tersebut.
Irawan juga mempertanyakan pencantuman namanya tanpa dasar yang jelas. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk ketidaksesuaian serius dalam praktik jurnalistik, bahkan membuka dugaan adanya motif tertentu di balik penyebaran informasi tersebut.

“Ini bukan sekadar klarifikasi, ini soal integritas profesi. Nama saya dicantumkan tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Sejumlah insan pers turut menyoroti kasus ini sebagai indikasi pelanggaran prinsip dasar jurnalistik, khususnya dalam aspek verifikasi dan keberimbangan informasi. Praktik seperti ini dinilai berbahaya karena berpotensi menciptakan disinformasi dan merusak kepercayaan publik terhadap media.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa setiap informasi yang dipublikasikan tanpa verifikasi bukan hanya keliru, tetapi bisa berujung pada fitnah dan pencemaran nama baik.
Pemberitaan yang menyeret nama Irawan telah dibantah secara tegas dan kini diragukan kebenarannya. Publik diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Jangan biarkan hoax membentuk opini — cek fakta sebelum percaya.
(Team)














Leave a Reply