SURABAYA, headlineindonesia.id – Pelaksanaan kegiatan reses seorang anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PPP Komisi C di Balai RW 04, Sidotopo Kulon, Surabaya, menuai sorotan warga.
Kegiatan yang seharusnya menjadi forum penyerapan aspirasi masyarakat tersebut dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dikabarkan mencapai Rp 22 juta per kegiatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah peserta yang hadir diperkirakan sekitar 100 orang. Dalam kegiatan itu, warga mengaku hanya menerima konsumsi berupa roti serta uang transport sebesar Rp 50 ribu.
Padahal, dalam ketentuan umum pelaksanaan reses DPRD, jumlah peserta maksimal dapat mencapai 250 orang dalam satu kali kegiatan. Jika merujuk pada pagu anggaran Rp 22 juta per reses, maka secara hitungan sederhana anggaran tersebut dirancang untuk menjangkau ratusan peserta.
Secara matematis, apabila Rp 22 juta dibagi untuk kuota maksimal 250 orang, maka alokasi anggaran per peserta berada di kisaran Rp 88 ribu. Namun jika yang hadir hanya sekitar 100 orang, maka rasio anggaran per peserta secara teoritis bisa mencapai lebih dari Rp 300 ribu per orang. Perbedaan inilah yang memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
“Kami hanya dapat roti dan uang Rp 50 ribu. Kalau memang anggarannya sampai puluhan juta dan kuotanya ratusan orang, kami jadi bertanya-tanya ke mana sisanya,” ujar salah satu warga RW 04 Sidotopo Kulon yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Warga lainnya juga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran.
“Reses itu seharusnya forum serius menyerap aspirasi rakyat. Kalau pesertanya sedikit dan fasilitasnya minim, sementara anggarannya besar, wajar kalau masyarakat ingin penjelasan,” katanya.
Secara regulasi, pelaksanaan reses di lingkungan DPRD Kota Surabaya diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD yang mewajibkan anggota dewan melaporkan hasil serta pelaksanaan kegiatan reses, termasuk aspek administratif dan pertanggungjawaban anggaran. Penggunaan anggaran kegiatan legislatif sendiri merujuk pada dokumen APBD dan peraturan penjabaran anggaran yang berlaku setiap tahun.
Sejumlah pertanyaan publik pun mencuat, di antaranya. (Red)












Leave a Reply