Sidoarjo, Headlineindonesia.id – Harapan warga Desa Tambak Kalisogo untuk menikmati jembatan pemukiman yang layak tampaknya harus disimpan dulu. Pasalnya, proyek pembangunan jembatan yang bersumber dari Dinas PU Kabupaten Sidoarjo justru berubah menjadi arena rintangan harian bagi warga sekitar.
Alih alih menghadirkan kenyamanan, proyek yang mulai dikerjakan sejak akhir November 2025 itu dinilai berjalan bak siput kelelahan. Pengerjaan yang lamban ditambah material proyek yang dibiarkan berserakan sukses membuat aktivitas warga terganggu, bahkan memicu kecelakaan.

Ironisnya, proyek pemerintah yang katanya demi kepentingan publik ini tak dilengkapi papan informasi proyek. Warga pun dibuat menebak nebak, apakah ini proyek resmi atau sekadar “kerja bakti berskala besar”.
Yuli, warga RT 3 RW 2 Desa Tambak Kalisogo, mengaku setiap hari harus ekstra waspada melintasi lokasi proyek.
“Setiap hari terganggu. Debu, material berserakan, jalannya sempit. Kalau hujan licin, kalau panas berdebu,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (18/12/2025), seolah sedang menjelaskan paket lengkap penderitaan warga.
Keluhan serupa juga disampaikan Silvi. Ia menyebutkan bahwa kecelakaan tunggal sudah jadi pemandangan biasa.
“Motor sering selip, terpeleset karena material pembangunan dibiarkan begitu saja. Ini jembatan apa lintasan balap” sindirnya.
Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan pelaksana proyek. Tanpa papan informasi, tanpa pengamanan memadai, dan tanpa kepastian waktu penyelesaian, proyek ini dinilai lebih cocok disebut monumen ketidakjelasan.
Sementara itu, pihak terkait hingga berita ini diturunkan belum memberikan penjelasan resmi. Warga hanya bisa berharap, jembatan ini benar-benar selesai sebelum kesabaran mereka runtuh lebih dulu.
Jika tujuan pembangunan adalah menyejahterakan masyarakat, maka proyek ini tampaknya masih salah arah, karena yang hadir bukan rasa aman, melainkan resah berjamaah. (kang paido)













Leave a Reply