Peringatan 70 Tahun Turunnya Wahyu Panca Gaib di Purworejo, Paguyuban Kapribaden Gelar Patram Sungkem dan Wayang Kulit

Purworejo, headlinindonesia.id – 13 November 2025 — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terasa di Desa Kalinongko, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ketika Paguyuban Penghayat Kapribaden menggelar acara peringatan 70 tahun turunnya Wahyu Panca Gaib.
Kegiatan spiritual dan budaya ini menjadi momentum penting bagi para penghayat untuk memperdalam makna ajaran leluhur serta mempererat tali persaudaraan antar anggota.

Acara dimulai pada Kamis malam, 13 November 2025 pukul 18.05 WIB, dengan kegiatan Patram Sungkem Bersama yang dipimpin oleh Pinisepuh Ny. Hartini Wahyono. Prosesi ini berlangsung penuh khidmat, diiringi doa-doa dan lantunan kidung kebatinan sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta dan penghormatan terhadap para pendahulu yang telah menurunkan Wahyu Panca Gaib.

Dalam sambutannya, Ny. Hartini Wahyono menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk pengingat agar generasi penerus tetap menjaga nilai-nilai luhur kejujuran, ketulusan, dan keseimbangan hidup sebagaimana diajarkan dalam ajaran Kapribaden.

“Wahyu Panca Gaib adalah simbol kesadaran diri, tuntunan hidup untuk selalu eling lan waspada, serta menjaga keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa,” ujarnya

Setelah prosesi patram sungkem, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, menampilkan dalang lokal ternama yang membawakan lakon bertema “Wis Titi Wancine” menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mencari jati diri.
Pagelaran ini menarik perhatian warga sekitar, baik para penghayat maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan kesenian tradisional sekaligus mengenal lebih dalam nilai-nilai kearifan lokal.

Selain menjadi ajang spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya Jawa di tengah arus modernisasi. Pemerintah desa setempat turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap acara tersebut karena dinilai mampu mempererat persaudaraan serta memperkaya khazanah budaya bangsa.

Dengan berakhirnya acara pada Jumat pagi, 14 November 2025, para peserta membawa pulang semangat baru untuk terus ngudi kasampurnan urip, mengamalkan ajaran luhur dan menjaga harmoni antarumat beragama dalam bingkai kebhinnekaan Indonesia.

Prayit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *