Sarasehan Budaya “Jejak Seni Budaya Sidoarjo: Dari Warisan ke Kreasi”

Sidoarjo, headlineindonesia.id – 8 November 2025 Semangat pelestarian dan pengembangan budaya lokal kembali menggema di Dekesda Art Center, Jalan Erlangga No. 67 Sidoarjo, dalam kegiatan Sarasehan Budaya bertema “Jejak Seni Budaya Sidoarjo Dari Warisan ke Kreasi.” Acara yang digelar oleh GESID Sidoarjo ini berlangsung meriah sejak pukul 08.00 pagi hingga selesai, dihadiri para pelaku seni, akademisi, budayawan, dan generasi muda pecinta budaya.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penampilan Tari Buri Bandeng, sebagai simbol kekayaan budaya khas Sidoarjo yang identik dengan hasil ikan nya
Sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua GESID Sidoarjo, Dyan Yustiro, ST, yang juga mewakili Insan Mandiri Sidoarjo. Dalam sambutannya, Dyan menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga dan mengembangkan seni budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Sidoarjo memiliki warisan yang luar biasa, mulai dari tradisi, kesenian, hingga nilai-nilai sosial yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Setelah sambutan, suasana semakin semarak dengan penampilan tari Remo Munali Patah dari Sanggar Sembrani, yang menggambarkan semangat dan ketangguhan masyarakat Jawa Timur.
Pada sesi utama, dua narasumber menghadirkan pemaparan menarik seputar jejak dan transformasi seni budaya Sidoarjo.

Narasumber pertama, Ribut Wijoto, membahas tentang Prasasti Kuti (840 Masehi) yang ditemukan di Dusun Joho, Gedangan.

Sementara itu, narasumber kedua, Lukman Hadi (Raffif Amir), menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya melalui kuliner dan ikon khas Sidoarjo seperti udang dan bandeng. menekankan bahwa kolaborasi lintas bidang seni dan keterlibatan Generasi Z menjadi kunci dalam menciptakan kreasi budaya yang segar dan berkelanjutan.

Diskusi ini dipandu oleh Rosid Alamin sebagai moderator, yang berhasil menjaga alur dialog tetap dinamis dan inspiratif.

Sebagai keynote speaker, Reni Astuti, S.Si., M.PSDM, anggota DPR RI Komisi X, turut memberikan pandangan penting tentang peran masyarakat dan generasi muda dalam menjaga keberagaman budaya nasional.
“Kegiatan semarak budaya seperti ini menjadi langkah nyata untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Kita semua adalah penerus warisan budaya bangsa. Banyak nilai luhur yang harus dijaga, mulai dari kesantunan, seni tari, hingga kreasi modern yang tetap berakar pada budaya lokal,” ujar Reni.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Budaya 2025 yang menggandeng berbagai komunitas seni dari Surabaya dan Sidoarjo. Melalui sarasehan ini, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga sumber inspirasi untuk melahirkan karya-karya kreatif masa kini dan masa depan.

(Wyna )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *