Sidoarjo, headlineindonesia.id — Isu penggeledahan di Pendopo Delta Wibawa oleh Tim Mabes Polri yang beredar di media sosial pada Rabu (5/11/2025) malam, ramai diperbincangkan publik. Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon yang disiarkan di kanal YouTube SuaraTV Sidoarjo, Bupati Subandi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Selama saya jadi Bupati tidak pernah berbuat kesalahan apa-apa. Waktu jadi Plt juga tidak pernah berbuat kesalahan. Kok tiba-tiba ada berita penggeledahan itu. Terus yang digeledah apa? Itu tidak benar,” ujarnya.
Bupati Subandi kemudian menjelaskan kronologi malam yang disebut-sebut sebagai waktu penggeledahan.
“Jadi tadi malam itu, Mbak, saya ngopi bareng Pak Kapolres Kombes Pol Cristian Tobing dan Dandim lama Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo. Jadi Pak Dandim lama itu hari ini ada kegiatan ngawal Kasad. Akhirnya reuni di rumah dinas saya. saya, Pak Dandim, Bank Jatim, Pak Kapolres, berempat jagongan sampai jam dua belas malam dirumah dinas .
Esok harinya Tiba-tiba Wong kita bangun tidur katanya kok ada pendopo diperiksa. Iyo gak benar itu, hoaks,” terang Subandi.
“Mungkin itu orang ngebet ( ambisi ) mau jadi Bupati, itu Mbak,” kata Bupati dengan nada bercanda.
“Mulai kemarin saya itu kan reuni dengan Pak Dedyk Kan beliau tugas di Jakarta, karena beliaunya itu ngawal Pak Kasad. Jam delapan sore itu telepon, akhirnya ngopi, jagongan mulai jam sembilan sampai jam dua belas dini hari. Tidak ada apa-apa,” tambahnya.
“Jadi gini Mbak, saya sebagai kepala daerah, bagaimana cara kita itu menyukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Tugas kita melayani masyarakat. Hari ini pun kegiatan mau menghadapi musim hujan, dilakukan normalisasi sungai, pembenahan jalan, jadi semua kita jalankan dengan baik. Kalau kita itu terus diriwuki ( ganggu), mutasi jabatan diriwuki ( ganggu ), apa-apa diriwuki ( ganggu), kan iyo repot Mbak. Terus kapan kita bisa kerja?” ujar Subandi
Ia menambahkan, apabila ada pihak yang memiliki bukti atas tuduhan-tuduhan tersebut, sebaiknya langsung melapor kepada aparat penegak hukum.
“Kalau misalnya terbukti ada seperti itu sudah tinggal laporkan saja kepada aparat penegak hukum. Iya, kalau ada jual beli jabatan, ada proyek yang macam-macam, sudah laporkan saja. Kita sudah selesai kok Mbak. Mau cari apa?” tegasnya.
Respon Wakil Bupati Mimik Idayana
Secara terpisah, setelah pernyataan Bupati Subandi itu viral, Wakil Bupati Mimik Idayana merespons dengan curhatan membuat status di WhatsApp pribadinya dan itu sudah diketahui publik. Bahkan status tersebut di-screenshot dan dibagikan di beberapa grup WhatsApp.

Status itu berbunyi:
“Dari awal saya tidak pernah tertarik dengan menjadi wakil ataupun jadi Bupati, tapi karna seorang Subandi yang katanya orang paling cukup atau selesai dengan kepentingan untuk dirinya sendiri, makanya saya mau mendampingi. Tapi setelah pelantikan, anda subandi tidak komitmen dan sudah melanggar janji politik. Seorang pemimpin kalau di awal sudah tidak komitmen, tunggu saja balasan dari Allah. Ingat, saya tidak pernah ambisi untuk jadi Bupati. Tapi kalau pemimpin yang tidak amanah dan merugikan masyarakat akan saya lawan, apapun itu. Saya tidak ada kepentingan apapun selain tugas sy menjadi wakil. Kamis ( 09/11/2025 ) unggahan status whatsapp
Unggahan itu memicu berbagai tanggapan masyarakat. Banyak pihak berharap agar Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dapat menjaga komunikasi serta keharmonisan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Masyarakat juga berharap Subandi-Mimik tetap fokus pada janji politik 14 program prioritasnya agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Sidoarjo.
Harapan masyarakat, dinamika yang terjadi sebaiknya menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap langkah pemerintahan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.
FN-headline













Leave a Reply