Mojokerto, headlineindonesia.id – Advokat Rikha Permatasari menegaskan bahwa kehormatan dan harga diri tidak sepatutnya ditukar dengan keuntungan materi sesaat. Pernyataan itu disampaikannya sebagai bentuk keprihatinan terhadap fenomena menurunnya integritas di tengah masyarakat.
Menurut Rikha, uang dalam jumlah kecil mungkin terlihat menggiurkan dalam kondisi tertentu, namun tidak sebanding dengan rusaknya kepercayaan dan nama baik yang dibangun selama bertahun-tahun.
“Kehormatan dan harga diri jauh lebih utama daripada nilai materi yang sementara,” tegasnya.
Ia menilai, seseorang yang mudah mengorbankan prinsip demi keuntungan kecil akan sulit dipercaya memegang tanggung jawab besar.
“Bagaimana seseorang bisa dipercaya mengelola proyek miliaran hingga triliunan, jika menghadapi perkara kecil saja watak asli, karakter culas, dan niat buruk sudah terlihat jelas?” ujarnya.
Rikha juga menyoroti kondisi sosial yang menurutnya dipenuhi kepentingan pribadi dan kepalsuan. Ia mengingatkan bahwa di tengah situasi yang penuh tekanan moral, masyarakat harus tetap mempertahankan prinsip dan keberanian untuk bersikap benar.
“Zaman boleh berubah, tetapi moral, etika, dan integritas tidak boleh ikut runtuh. Zaman edan diisi barisan preman, namun orang berprinsip tidak boleh kehilangan keberanian,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjaga amanah dan martabat dalam setiap tindakan. Menurutnya, ukuran nilai seseorang bukan terletak pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan bagaimana ia mempertahankan integritas di tengah godaan materi.
“Tetaplah menjadi pribadi yang menjaga kehormatan, karena nilai manusia tidak diukur dari banyaknya uang, melainkan dari bagaimana ia menjaga amanah dan martabatnya,” pungkas Rikha.













Leave a Reply