suaraSidoarjo, headlineindonesia.idRumah sakit identik dengan tempat mencari kesembuhan. Namun di RSUD Notopuro, pengalaman itu tampaknya naik level, bukan hanya mengobati penyakit, tapi juga melatih ketahanan finansial lewat tarif parkir yang “progresif nan inspiratif”.

Dengan wajah baru yang modern dan estetik, rumah sakit ini sukses membuat pengunjung merasa seperti masuk ke pusat gaya hidup, Sayangnya, nuansa tersebut rupanya tidak berhenti di desain bangunan saja melainkan merembet ke sistem parkir yang lebih cocok untuk mal atau apartemen kelas menengah ke atas.Keluarga pasien kini tak hanya sibuk memikirkan kondisi orang tercinta, tetapi juga menghitung waktu parkir dengan penuh strategi, salah hitung sedikit tarif bisa melonjak bak harga saham saat rumor beredar.“
Ini bukan parkir, ini simulasi investasi jangka pendek,” ujar seorang pengunjung sambil menatap struk parkirnya dengan ekspresi antara bingung dan pasrah.Sistem tarif yang naik setiap beberapa jam dinilai cukup “edukatif”, Pengunjung diajak memahami konsep akumulasi biaya secara real time, bahkan tanpa perlu ikut seminar keuangan, sayangnya, pelajaran ini datang di saat yang kurang tepat ketika emosi dan kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Sandy Budi Santoso Ketua Harian ORMAS KORAK (komunitas rakyat anti korupsi) Sidoarjo pun angkat suara, menyebut kebijakan ini sebagai inovasi yang “terlalu maju” untuk ukuran fasilitas layanan publik, Ia mempertanyakan apakah konsep ini lahir dari regulasi resmi atau sekadar kreativitas vendor yang terlalu bersemangat mengejar cuan, ucapnya tegas saat ditemui pada Selasa (21/4/2026) di salah satu sudut warkop
Di sisi lain, pihak pihak terkait diharapkan tidak hanya melihat potensi pendapatan dari parkir, tetapi juga mempertimbangkan fakta sederhana orang datang ke rumah sakit bukan untuk rekreasi, apalagi uji coba dompet.
Masyarakat kini berharap ada evaluasi. Bukan untuk menghapus parkir berbayar itu terlalu utopis, tetapi setidaknya menghadirkan sistem yang lebih “manusiawi”, di mana rasa empati tidak kalah mahal dari tarif per 4 jam.
Karena pada akhirnya, rumah sakit seharusnya menjadi tempat orang pulang dengan harapan sembuh, bukan dengan tagihan parkir yang bikin ikut sakit kepala. (kang paido)













Leave a Reply