Sidoarjo,headlineindonesia.id– Dugaan penyelewengan dana desa kembali menyeruak di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Proyek pemeliharaan gedung/prasarana balai desa yang menelan anggaran hingga Rp160 juta yang bersumber dari dana desa tahun 2024, kini menuai kecaman lantaran hanya berwujud tembok keliling tanpa progres berarti.
Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan pada Kamis (26/6/2025), pembangunan yang dimaksud ternyata merupakan rencana gedung bertingkat dua. Namun, yang tampak justru hanyalah konstruksi setengah jadi di atas bangunan lama. Proyek senilai ratusan juta rupiah itu terlihat terbengkalai tanpa aktivitas pekerja, sehingga menimbulkan kesan kuat mangkrak.

Sejumlah warga yang ditemui menilai anggaran tersebut terlalu besar jika hanya menghasilkan tembok keliling. “Kalau benar nilainya Rp160 juta, hasilnya jelas tidak masuk akal. Masyarakat wajar menduga ada permainan anggaran atau mark up di balik proyek ini,” ungkap salah seorang warga setempat.
Dugaan ini semakin menguat karena bukan kali pertama pembangunan di Desa Glagaharum menuai masalah. Dalam beberapa tahun terakhir, proyek-proyek desa di Glagaharum kerap disorot karena pengerjaannya yang tidak maksimal, bahkan terkesan asal jadi. Pola ini membuat publik semakin curiga bahwa ada praktik penyalahgunaan dana desa yang berulang.
Saat tim mencoba meminta konfirmasi kepada Kepala Desa Glagaharum, Syaifulloh Asy’ari, S.Si., M.Pd., yang bersangkutan dikabarkan tidak berada di tempat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi terkait alasan terhentinya pembangunan maupun rincian transparansi penggunaan anggaran.
Proyek bernilai besar yang hanya menghasilkan tembok keliling ini menambah panjang daftar kekecewaan warga terhadap pengelolaan dana desa Glagaharum. Tanpa audit terbuka dan transparansi yang jelas, kecurigaan publik mengenai dugaan mark up, penyimpangan anggaran, hingga potensi korupsi akan sulit terbendung.(red)












Leave a Reply