SIDOARJO, headlineindonesia.id – Aktivitas ekonomi kreatif berbasis kerakyatan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ponti, Sidoarjo, terus berkembang dengan aman dan tertib. Pagi ini, suasana CFD yang sejuk dan progresif menjadi latar penting bagi kehadiran aparat penegak hukum yang fokus pada pengamanan objek vital, Minggu ( 16-11-2025 ).
Kunjungan kerja Subdit Wisata Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur, yang dipimpin AKBP Zein Mawardi, Amd., Kasubdit Wisata Ditpamobvit Polda Jatim, menegaskan posisi strategis kegiatan ekonomi kerakyatan seperti CFD sebagai aset yang wajib dikawal keamanannya.

Rombongan gabungan dari Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo, melibatkan delapan personel, bukan sekedar patroli rutin. Kegiatan ini merupakan implementasi rutin untuk memastikan kelangsungan dan keamanan ekosistem perdagangan mikro. AKBP Zein Mawardi menekankan tiga fokus utama kegiatan:
- Pengamanan dan Pengecekan Sistem. Memastikan sistem keamanan di area CFD berjalan optimal, selaras dengan statusnya sebagai pusat kegiatan masyarakat yang padat.
- Edukasi dan Himbauan Kamtibmas. Memberikan arahan kepada pengelola, petugas, pengunjung, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.
- Antisipasi Potensi Kerawanan. Mengidentifikasi dan menyiapkan strategi penanganan cepat terhadap potensi gangguan seperti pencurian kendaraan bermotor, copet, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas.
Diskusi konstruktif antara AKBP Zein dan Sunyoto, Ketua PDP PEDALINDO Sidoarjo, menyoroti beberapa tantangan mendasar. Sunyoto menyampaikan pentingnya sterilisasi kawasan dari kendaraan bermotor roda dua, yang dapat diminimalisir dengan penyediaan tempat parkir representatif.
Mengenai tindak kejahatan umum seperti pencopetan, Sunyoto menjelaskan bahwa PEDALINDO telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Area di setiap zona dan bekerja sama dengan Bimkamtibmas Polsek Kota Sidoarjo.
Langkah ini bertujuan agar CFD berjalan lebih tertib dan lancar, sekaligus menunjukkan kesadaran kolektif pedagang terhadap pentingnya keamanan swakarsa.
Di tempat terpisah, Junius Bram, Founder dan Ketua Umum PEDALINDO, mengapresiasi dukungan tersebut. Bram menekankan bahwa koordinasi intensif dengan berbagai pihak menjadi kunci kelancaran aktivitas ekonomi ini.
“Kami meyakini sinergitas ini harus terus ditingkatkan. Peran strategis POLRI adalah pilar utama bagi berjalannya kegiatan Ekonomi Kerakyatan. Jika dikawal dengan baik, kebangkitan ekonomi berbasis UMKM bisa benar-benar terwujud,” ujar Bram.
Pernyataan ini bukan sekedar retorika. Kiprah PEDALINDO sebelumnya menjadi sorotan nasional, terutama dalam program edukasi dan pendampingan Pedagang Kaki Lima (PKL). Bahkan, PEDALINDO berhasil membantu produk UMKM Sidoarjo menembus pasar Eropa melalui kolaborasi dengan Paguyuban Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS), membuktikan komitmen dalam meningkatkan kualitas produk dan manajemen anggota.
Bram juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Sidoarjo dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan kepada PEDALINDO dalam mengelola area CFD Jalan Ponti.
Melihat tingginya animo masyarakat, Bram berharap Pemerintah Daerah dapat membuka empat titik CFD baru di wilayah Timur, Barat, Utara, dan Selatan Sidoarjo.
“Kapasitas Jalan Ponti saat ini sudah sangat terbatas. Jika empat spot baru ini terealisasi, perekonomian mikro di Sidoarjo akan berkembang pesat dan pemerataan ekonomi dapat tercapai,” pungkasnya.
Sinergi antara keamanan dan pembangunan ekonomi ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
FN-headline













Leave a Reply