Pemkab Sidoarjo Atasi Banjir Depan Lippo Optimalkan Rumah Pompa dan Bersihkan Saluran

SIDOARJO, headlineindonesia.id– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus bergerak cepat dalam mengantisipasi genangan dan banjir yang kerap terjadi di ruas jalan depan Lippo Plaza Sidoarjo.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), berbagai langkah tanggap dilakukan guna memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.

DPUBMSDA menyiagakan dua rumah pompa dan tiga unit pompa portabel selama 24 jam penuh untuk mempercepat proses penyedotan air. Upaya ini menjadi bagian dari program pencegahan dan normalisasi drainase yang tengah digencarkan Pemkab Sidoarjo, khususnya di titik-titik rawan genangan.

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengingatkan pentingnya kesiapan sarana pompa agar insiden kerusakan tidak kembali terjadi. Saat hujan deras mengguyur pada Senin sore (10/11), Bupati langsung meninjau lokasi banjir dan menemukan pompa utama sempat terkendala sehingga tidak berfungsi maksimal.

“Begitu pompa diperbaiki dan kembali beroperasi normal, genangan langsung surut. Supaya lebih cepat, kita tambah pompa air dan lakukan normalisasi saluran agar sistemnya lebih maksimal,” ujar Bupati Subandi.

Banjir di depan Lippo Plaza menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo. Dari beberapa titik yang tergenang pada awal musim hujan ini, kawasan tersebut tercatat paling parah. Karena itu, Bupati menginstruksikan DPUBMSDA untuk melakukan langkah cepat dan tepat.

“Ketika pompa utama berhenti, kami segera datangkan tiga unit pompa portabel sebagai langkah darurat. Meski tenaganya tidak sekuat rumah pompa utama, pompa portabel sangat membantu hingga listrik kembali normal,” jelas Shochib.

“Kita pastikan seluruh pompa berfungsi normal agar genangan tidak terulang kembali. Harapannya, masyarakat tidak terganggu dan arus lalu lintas tetap lancar,” tegasnya, Rabu (12/11/2025).

Menindaklanjuti instruksi tersebut, DPUBMSDA menurunkan Satgas Drainase untuk melaksanakan giat preventif di kawasan rawan banjir. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan saluran drainase, pengecekan kondisi inlet, serta normalisasi aliran air agar sistem pembuangan berjalan lancar.

Dalam pelaksanaannya, DPUBMSDA mengerahkan satu unit excavator dan empat dump truck guna mempercepat proses pembersihan serta pengangkutan sedimen yang menyumbat aliran air.

Shochib, operator rumah pompa di Jalan Raya Jati, mengungkapkan bahwa genangan air mulai surut setelah hujan reda malam harinya. Ia menjelaskan, kendala utama sempat terjadi karena pompa utama mati akibat gangguan listrik saat hujan deras.

Saat ini, dua rumah pompa dan tiga unit pompa portabel telah siaga di titik genangan tersebut. Pemerintah juga berencana menambah unit pompa portabel agar penanganan air dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami siap siaga 24 jam. Begitu cuaca mulai mendung, pompa langsung kami aktifkan agar tidak terlambat bekerja,” pungkasnya.

FN-headline

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *