Resik Rejo Raharjo dan Dewan Kesenian Sidoarjo Gelar Diskusi Kebudayaan “Sejarah Tionghoa di Sidoarjo”

Sidoarjo, headlineindonesia.id | 15 Agustus 2025 – Sebagai upaya memperkaya wawasan sejarah dan mempererat hubungan antarbudaya, Resik Rejo Raharjo (R3) bekerja sama dengan Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) menyelenggarakan Diskusi Kebudayaan bertema “Sejarah Tionghoa di Sidoarjo”. Acara ini berlangsung pada Jumat malam, pukul 18.30–21.00 WIB, di Aula Dekesda Art Center, Jalan Erlangga No. 67 Sidoarjo.

Diskusi ini menghadirkan narasumber Yeremia Satria YE, pemerhati sejarah yang dikenal aktif meneliti dan menulis tentang jejak peradaban di Sidoarjo. Bertindak sebagai moderator adalah Aji Kelono, Ketua Bidang Kebudayaan Dekesda, yang memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan mendalam.

Pembukaan Acara oleh Pak Ribut Ketua Dekesda menegaskan Melalui kegiatan ini, mari kita gali pemahaman lebih dalam tentang akulturasi dan sinergi budaya yang membentuk identitas Sidoarjo. Sejarah adalah fondasi masa depan, bukan sekadar catatan masa lalu.

Saya mengapresiasi kerja sama R3 dan Dekesda yang memungkinkan terselenggaranya diskusi ini. Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan dalam keberagaman,Mari kita jaga, rawat, dan promosikan budaya lokal sebagai kekuatan bersama, karena memahami sejarah membuat kita lebih menghargai perbedaan dan bersatu demi kemajuan.

Kehadiran etnis Tionghoa telah menjadi bagian penting sejarah Sidoarjo, berperan dalam perdagangan, seni, dan budaya. Melalui serasehan ini, kita menggali kembali kisah mereka untuk memetik nilai persaudaraan, kerja keras, dan gotong royong.

R3 meyakini keberagaman adalah kekuatan. Dengan saling menghargai, kita dapat menjaga Sidoarjo tetap rukun dan maju. Terima kasih kepada Dekesda, narasumber, dan semua pihak yang mendukung. Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi antarbudaya di Sidoarjou ujar .Lisa Djayadi(Ketua R3)

Dalam paparannya, Yeremia Satria YE mengungkap berbagai kisah dan data sejarah mengenai kontribusi masyarakat Tionghoa terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di Sidoarjo sejak masa lampau. Peserta yang hadir mendapatkan perspektif baru tentang akulturasi budaya yang terjadi, serta bagaimana warisan tersebut masih terasa hingga kini.

Ketua Bidang Kebudayaan Dekesda, Aji Kelono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Dewan Kesenian Sidoarjo dalam melestarikan sejarah lokal. “Melalui diskusi seperti ini, kita dapat memahami bahwa Sidoarjo dibangun oleh beragam elemen budaya yang saling menguatkan Budaya masa lalu dpersiapkan untuk hari ini dan masa depan ,” ujarnya.

Acara berlangsung hangat dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta, terdiri dari akademisi, pegiat budaya, dan masyarakat umum. Selain sebagai forum ilmiah, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan antar warga dari berbagai latar belakang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, R3 dan Dekesda menunjukkan peran strategisnya dalam menghidupkan ruang dialog kebudayaan di Sidoarjo, sekaligus merawat keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.
(Wyna)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *