Pasuruan, headlineindineeiq.id – Kepala Desa (Kades) Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Hasim, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya terseret dalam dugaan kasus penggelapan satu unit mobil Toyota Innova Reborn warna putih. Ia menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut.
Pria yang akrab disapa Has itu menyampaikan bahwa dirinya hanya sebatas membantu mencari informasi mengenai keberadaan kendaraan yang diduga digadaikan oleh seseorang berinisial EK, warga Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan.
Menurut Has, peristiwa tersebut bermula ketika dirinya sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci Mekkah. Saat itu ia menerima pesan melalui WhatsApp dari seseorang yang mengirimkan foto mobil dan meminta bantuan untuk memonitor keberadaan kendaraan tersebut.
“Dia mengirim foto mobil dan bilang, ‘Pak Lurah monitor mobil ini, indikasinya ada di Sakera.’ Saya jawab kalau mobil rental seperti itu saya tidak tahu. Saya sarankan agar mencari informasi ke orang lain,” ujar Has menirukan isi percakapan tersebut.
Namun tidak lama kemudian, pengirim pesan kembali menghubunginya dan menyebut bahwa Has merupakan salah satu pengurus organisasi masyarakat Sakera. Mendengar hal itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menelusuri informasi terkait kendaraan tersebut.
Has kemudian mencoba mencari informasi melalui beberapa grup WhatsApp untuk memastikan keberadaan mobil tersebut, terlebih ada kabar bahwa terdapat pihak yang ingin menebus kendaraan tersebut.
“Karena dia menyebut saya pengurus Sakera, saya merasa punya tanggung jawab. Akhirnya saya mencoba mencari tahu melalui grup WhatsApp karena katanya ada yang ingin menebus mobil itu,” jelasnya.
Tak lama berselang, Has menerima pesan dari seseorang yang memberikan informasi bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan rental yang diduga digadaikan oleh EK kepada seseorang berinisial TLB dengan nilai sekitar Rp60 juta.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, Has kemudian menyampaikan kepada pihak yang pertama kali menghubunginya bahwa mobil tersebut berada di tangan seseorang yang merupakan temannya.
Karena saat itu ia masih berada di Tanah Suci, Has sempat menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan tersebut akan dibantu setelah dirinya kembali ke Indonesia. Namun kepulangannya sempat tertunda akibat perubahan jadwal penerbangan.
Meski demikian, komunikasi tetap berjalan hingga akhirnya pihak yang ingin menebus kendaraan tersebut diminta mentransfer uang tebusan ke rekening miliknya. Has menegaskan langkah tersebut dilakukan karena pihak yang memegang kendaraan tidak bersedia dipertemukan secara langsung.
“Karena saya merasa punya tanggung jawab membantu, akhirnya uang tebusan itu ditransfer ke rekening saya. Setelah itu mobilnya dikembalikan,” tegasnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik antara pemilik rental sebagai korban dengan EK yang diduga menggadaikan kendaraan tersebut.
Terkait kabar pemanggilan dirinya oleh penyidik, Has membenarkan bahwa dirinya akan memenuhi panggilan tersebut. Ia dijadwalkan mendatangi Polres Pasuruan pada Jumat (6/3/2026) untuk memberikan keterangan terkait perkara tersebut.
Meski demikian, Has menyayangkan adanya pemberitaan yang menurutnya terkesan menggiring opini seolah dirinya terlibat dalam dugaan tindak pidana penggelapan mobil tersebut.
“Kalau soal pemberitaan sebenarnya tidak masalah bagi saya. Tapi banyak warga datang dan bertanya, ‘Pak, ada apa?’ Padahal saya tidak ada masalah apa-apa,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya hanya berupaya membantu agar kendaraan tersebut dapat kembali kepada pemiliknya. Namun ia mengaku kurang nyaman karena pemberitaan yang berkembang di masyarakat menimbulkan kesalahpahaman.
“Banyak warga bertanya. Saya hanya menjelaskan bahwa saya aman dan tidak ada masalah. Tapi pertanyaan seperti itu tentu membuat saya kurang nyaman,” pungkasnya.
Jurnalis:Nur hasan












Leave a Reply