Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan. Program ini diharapkan mampu mengantisipasi potensi kenaikan harga yang biasa terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo mengambil langkah konkret dengan menggelar penjualan bahan kebutuhan pokok bersubsidi kepada masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap harga pangan di wilayah Sidoarjo tetap stabil dan terjangkau selama Ramadan.
Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa. Pertemuan ini dihadiri berbagai instansi terkait, antara lain jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bulog, BPS Sidoarjo, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, serta perwakilan Bank Indonesia.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, khususnya menjelang Ramadan. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Nanti kita akan mengadakan Gerakan Pangan Murah bersama Bulog dengan penjualan beras SPHP. Selain itu, OPD terkait juga akan memanfaatkan masa reses anggota DPRD untuk menggelar sembako murah,” ujarnya.
Selain program tersebut, Pemkab Sidoarjo juga mendorong operasi pasar murah dan penjualan beras SPHP secara masif. Aparat keamanan seperti Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 turut diminta mendukung distribusi kepada masyarakat guna menjaga ketersediaan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Enny Rustaningish, menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui pemantauan stok dan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Pemerintah juga mendorong kerja sama antara BUMDes dengan penggilingan gabah untuk menyerap hasil panen petani, sehingga membantu stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, pihaknya akan menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah hingga Maret mendatang. Beberapa komoditas yang menjadi fokus antara lain beras medium, minyak goreng Minyak Kita, cabai rawit merah, dan telur ayam ras yang mengalami fluktuasi harga.
“Distribusi Minyak Kita akan dilakukan di pasar-pasar tradisional besar seperti Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pemerintah optimistis berbagai langkah strategis tersebut mampu menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Ramadan.
(Wyna)












Leave a Reply