Sidoarjo, headlineindonesi.id
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti halaman Balai Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Rabu malam (11/2/2026).
Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Hasan digelar dalam rangka Ruwah Desa, menjadi wujud nyata pelestarian tradisi sekaligus penguatan nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun temurun.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimka Candi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pagelaran hingga larut malam, Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menjaga tradisi leluhur.

Kepala Desa Karang Tanjung, Hendro Harjo Winoto yang akrab disapa Cak Hendro, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ruwah Desa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar bersama memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi desa.
“Ruwah Desa ini adalah budaya turun temurun yang harus kita jaga bersama. Selain sebagai wujud syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan warga Karang Tanjung,” ujar Cak Hendro.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Menurutnya, di tengah arus modernisasi, tradisi seperti wayang kulit harus tetap diberi ruang agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.

Pagelaran wayang kulit yang dibawakan Ki Hasan berlangsung meriah dan sarat pesan moral. Lakon yang disajikan mengandung nilai kepemimpinan, kejujuran, serta pentingnya persatuan dalam membangun kehidupan bermasyarakat sejalan dengan semangat pembangunan Desa Karang Tanjung yang inklusif dan berkelanjutan.
Forkopimka Candi yang hadir turut mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Karang Tanjung dalam menjaga kearifan lokal, Mereka menilai kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menciptakan suasana kondusif dan harmonis di tengah masyarakat.
Melalui Ruwah Desa dan pagelaran wayang kulit ini, Cak Hendro kembali menunjukkan kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan berkomitmen menjaga warisan budaya sebagai fondasi pembangunan desa yang berkarakter dan bermartabat. (jk)













Leave a Reply