Trailer Trilogi Goyang Kursi Subandi-Mimik Comeback di Layar Drama Pemerintahan


‎Sidoarjo, headlineindonesia.id
‎Warga Sidoarjo kembali dibuat geleng-geleng kepala sekaligus tersenyum kecut setelah episode terbaru dari sinetron politik lokal dirilis, Cocok diberi Judul “Goyang Kursi Terbentur, Terpisah, Tapi Tetap Sekantor.”

‎Setelah trilogi kepemimpinan sebelumnya yang penuh adegan mengejutkan, mirip plot film yang terlalu banyak plot twist, pemerintahan periode 2024–2029 rupanya tak mau kalah pamor. Kali ini, bukan persoalan “ruang bawah tanah” yang jadi sorotan, namun ketidakharmonisan yang kian terasa antara Bupati H. Subandi dan Wakil Bupati Mimik Indayana.

‎Meski kedua belah pihak berkali-kali memberikan klarifikasi, pernyataan, dan bantahan bahwa hubungan keduanya “baik-baik saja”, masyarakat tetap merasa mendapat tontonan yang berbeda, layaknya pasangan duet dangdut yang sama-sama ingin memegang mic utama “Kalau damai, kenapa vibes-nya kayak debat pilkada terus”

Di sudut alun-alun Sidoarjo, warga terlihat saling bertanya, “Ini beneran kerja bareng atau lagi lomba rebutan kursi favorit” saat melihat aksi demo didepan DPRD Sidoarjo pada Selasa (9/12/2025)
‎Seorang pedagang lontong kupang berkomentar, “Kalau mereka akur, pasti udah vlog bareng di TikTok. Lha ini, ketemuan saja jarang, tapi berita serangnya sering.”

‎Bukan hanya dua tokoh utama yang tampil, para pendukung mereka juga turut berjoget ria, saling adu komentar, analisis, hingga tebakan liar. Warganet menyebut suasana politik Sidoarjo kini seperti konser dangdut dengan dua penyanyi utama rebutan panggung, sementara penonton hanya ingin musiknya enak alias pelayanan publik tetap jalan.

‎Publik “Kami punya mata.” Setiap muncul bantahan resmi bahwa tidak ada masalah apa pun, masyarakat justru kompak mengangkat alis.
‎“Kalau gitu, siapa yang tiap hari kirim kode lewat pernyataan publik” tanya salah satu warga sambil tertawa.

‎Terlepas dari Drama Warga Hanya Ingin Pemerintahan Stabil, Meski drama politik ini menghibur layaknya serial Netflix lokal, masyarakat tetap berharap musim berikutnya menghadirkan lebih banyak prestasi daripada adegan saling sindir.

‎“Sidoarjo ini butuh pemimpin, bukan season lanjutan dari sinetron “Tersayang Tapi Tersenggol’. (tukang paido)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *