SIDOARJO, headlineindonesia.id – 13 November 2025 — Semangat “Bangkitnya Ekonomi Kreatif Berbasis Kerakyatan” di Desa Bluru, Sidoarjo, kini mendapatkan makna yang lebih mendalam. Bukan sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan yang digelar oleh UMKM Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS) bersama Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO) ini menjadi langkah nyata implementasi hasil pemetaan pasar global pasca kunjungan delegasi Eropa beberapa waktu lalu.
Melalui program pemberdayaan komunitas yang komprehensif, sinergi tiga pilar utama — Ety (Ketua BBS), Junius Bram (Founder & Ketua Umum PEDALINDO), dan Fatkur (Ketua RW setempat) — menjadi motor penggerak terbentuknya model ekonomi kreatif yang berorientasi global, namun berakar kuat pada nilai-nilai Ekonomi Pancasila.

Langkah Konkret: Pelatihan Kreatif Gratis
Program dibuka dengan kegiatan “Pelatihan Kreatif Gratis: Cara Membuat Bantal Smoke Jepang”, yang menjadi simbol dimulainya gerakan ekonomi kreatif berbasis rumah produksi.
Menurut Junius Bram, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil dialog dengan delegasi Eropa yang menyoroti tingginya permintaan terhadap produk community craft dengan storytelling yang kuat.

“Kunjungan delegasi Eropa membuka mata kami tentang potensi besar produk kerajinan yang mengangkat nilai sosial dan budaya. Pelatihan hari ini adalah jawaban kami. Ini implementasi nyata Ekonomi Pancasila, di mana pemerataan ekonomi berbasis kerakyatan menjadi pondasi untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro,” ujar Bram.
Model bisnis yang diterapkan dalam program ini adalah social enterprise, di mana peserta dapat mengambil pekerjaan dan mengerjakannya dari rumah. Konsep ini dinilai mampu membangun ekonomi baru yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Choirul Hidayat, S.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah positif dari BBS dan PEDALINDO yang mampu memberdayakan masyarakat secara nyata. Ini kegiatan yang tidak hanya produktif, tapi juga selaras dengan semangat pembangunan ekonomi kerakyatan. Kami di DPRD akan mendukung penuh program seperti ini,” ujar Choirul Hidayat.
⸻
Strategi Tiga Pilar: Hulu, Pasar, dan Ekosistem
- Jaminan Kualitas dari Hulu – BBS
Ketua BBS, Ety, memastikan bahwa tantangan utama dalam produksi rumahan, yaitu inkonsistensi kualitas, dijawab dengan sistem pengawasan ketat.
“Kami menerapkan Quality Control (QC) terpusat dan bertingkat. Setiap kelompok memiliki ‘Koordinator Kualitas’, bahan baku diseragamkan, dan semua mengacu pada Master Sample sebelum produk disetor ke rumah produksi BBS untuk pengecekan akhir,” jelas Ety.
Selain itu, BBS menerapkan Sistem Kloter dengan Komitmen Bersama, menanamkan disiplin bahwa kegiatan ini adalah usaha profesional, bukan sekadar pengisi waktu luang.
- Akselerasi Pasar Global dan Branding – PEDALINDO
Sebagai akselerator dan agregator pasar, PEDALINDO berperan membawa produk UMKM Bluru naik kelas.
“Kami bantu kurasi produk Grade A untuk ekspor dan Grade B untuk pasar domestik,” ujar Junius Bram.
Strategi utama PEDALINDO adalah branding berbasis social enterprise dan community craft, di mana nilai jual bukan hanya dari produk, tapi juga kisah pemberdayaan di baliknya.
“Kami tidak menjual bantal murah, kami menjual cerita tentang pemberdayaan ibu-ibu Bluru. Storytelling inilah yang dicari oleh pasar global,” tambah Bram.
PEDALINDO juga memfasilitasi Collective Buying, yaitu pembelian kolektif bahan baku untuk menekan harga dan memastikan kualitas ekspor.
- Katalisator Sosial dan Ekosistem – RW Setempat
Ketua RW, Fatkur, menegaskan bahwa RW berperan sebagai katalis sosial yang menjaga harmoni dan semangat gotong royong.
“Kami menjadi perekat sosial. Balai RW digunakan sebagai pusat QC dan tempat pelatihan. Kami ingin semua warga merasa memiliki program ini. Ini bukan kompetisi antar tetangga, tapi gotong royong menuju kesejahteraan bersama,” ujarnya.
⸻
Menjawab Tantangan UMKM, Menyongsong Pasar Global
Sinergi tiga pilar ini dirancang untuk menjawab dua tantangan klasik UMKM: produktivitas rendah dan kualitas tidak konsisten.
Dalam model yang diterapkan:
• PEDALINDO memberikan kepastian order dan akses pasar global,
• BBS menjalankan fungsi produksi dan menjaga standar kualitas,
• RW memastikan partisipasi masyarakat dan menjaga ekosistem sosial.
Pelatihan Bantal Smoke Jepang ini menjadi langkah awal dari cetak biru besar menuju Desa Bluru sebagai sentra ekonomi kreatif berbasis kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.
⸻
Tentang UMKM Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS)
BBS merupakan rumah produksi dan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bluru. Di bawah kepemimpinan Ety, BBS berkomitmen meningkatkan keterampilan, kualitas produk, dan kesejahteraan warga melalui pengembangan kerajinan tangan berkualitas tinggi.
Tentang Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO)
PEDALINDO adalah organisasi nasional yang berperan sebagai akselerator dan agregator pasar bagi pelaku UMKM. Di bawah kepemimpinan Junius Bram, PEDALINDO fokus pada strategi “UMKM Naik Kelas” melalui kurasi produk, penguatan branding, serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor.(Red)













Leave a Reply