Sidoarjo, 13 November 2025 — Headlineindonesia.id
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanjung Mekar, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, berhasil mengelola dana ketahanan pangan dengan hasil yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Bapak Santo selaku Direktur BUMDes, dan berkolaborasi dengan Kepala Desa Karang Tanjung, Bapak Hendro Harjo Suwito, program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Dana ketahanan pangan tersebut dimanfaatkan untuk dua sektor unggulan, yaitu budidaya pertanian melon dan usaha budidaya ikan lele. Program ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Pada kegiatan pemanenan buah melon perdana, yang digelar pada Kamis (13/11), turut hadir anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Komisi A, Bapak Adiel Muhammad Kanantha dari Fraksi Golkar, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo. Dalam kunjungannya, mereka memberikan motivasi dan apresiasi kepada BUMDes Tanjung Mekar atas inovasi dan keberhasilan dalam mengelola dana ketahanan pangan secara produktif dan transparan.
“Kami berharap BUMDes Tanjung Mekar terus berinovasi dalam pengelolaan dana desa, agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat dan menjadi contoh bagi desa lain di Sidoarjo,” ujar Adiel Muhammad Kanantha.

Hasil panen melon kali ini mencapai sekitar 3.000 kilogram. Warga desa pun turut merasakan hasilnya secara langsung melalui kegiatan “Petik Sendiri Buah Melon”, di mana masyarakat dapat membeli buah segar langsung dari kebun dengan harga terjangkau, yakni Rp10.000 per kilogram. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang merasa senang dapat menikmati hasil panen bersama-sama.
Kepala Desa Karang Tanjung, Hendro Harjo Suwito, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berkelanjutan.
“Kami bersyukur program ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi warga. Semoga ke depan dapat dikembangkan lebih luas agar hasilnya semakin besar dan bisa menambah pemasukan desa,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana ketahanan pangan yang tepat sasaran mampu mendorong kemandirian ekonomi desa, memperkuat sektor pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karang Tanjung.(Red)













Leave a Reply