Dodik: Kritik Itu Perlu, Tapi Harus Berdasarkan Data dan Etika

SIDOARJO, headlineindonesia.id — Ketua Bolone Abah Subandi (BAS), Dodik, mengingatkan insan pers agar tetap kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, namun tetap menjunjung tinggi etika dan moralitas profesi jurnalistik.

Hal itu disampaikan Dodik menanggapi maraknya pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terkait kedatangan tim Mabes Polri ke Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, ada sejumlah oknum media yang dinilai kurang bertanggung jawab dalam menyajikan informasi, bahkan cenderung menyudutkan pemimpin daerah yang sedang menjalankan tugasnya.

“Yang harus kita kawal dan dorong adalah bagaimana realisasi 14 program prioritas ini berjalan dengan baik, bukan justru memberitakan hal negatif kepada pemimpin yang bekerja untuk rakyat,” ujar Dodik saat ditemui di salah satu kafe di Sidoarjo, Kamis (6/11/2025) malam.

Ia menegaskan, jurnalisme yang baik harus tetap kritis, namun juga berpegang pada etika profesi. Media, kata dia, tidak boleh bersikap provokatif atau menjadi alat pesanan untuk menyerang pihak tertentu.

“Jurnalistik itu kritis, tapi harus etis dan beretika. Ada kode etik yang harus dijalankan oleh rekan-rekan media. Jangan sampai media menjadi alat pesanan untuk menyerang seseorang,” tegasnya.

Dodik juga mengingatkan bahwa dalam Kode Etik Jurnalistik, setiap berita yang disampaikan kepada publik wajib akurat, tidak menyesatkan, serta terkonfirmasi kepada narasumber yang berwenang. Media juga berkewajiban memberikan hak jawab secara proporsional kepada pihak yang diberitakan.

“Jangan sampai secara sadar menyebarkan pemberitaan yang tidak benar, apalagi bersumber dari oknum LSM. Media seharusnya meluruskan informasi kepada masyarakat, bukan membelokkannya,” tambahnya.

Ketua BAS itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang dikemas melalui jargon BAIK. Ia berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar, berimbang, dan membangun.

“Silakan mengkritik, tapi kritiklah programnya berdasarkan data dan fakta, bukan karena rasa kebencian atau kepentingan tertentu yang berujung pada sikap provokatif,” pungkas Dodik.

FN-headline

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *