Pekerjaan proyek pemasangan paving blok di SDN 1 TambakKalisogo, Kecamatan Jabon, menuai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis. Proyek yang seharusnya memperindah dan memperkuat lingkungan sekolah justru menimbulkan tanda tanya besar karena tidak dilengkapi papan nama proyek alias diduga proyek siluman.selasa(28/10/25)
Sekretaris LSM Grasi DPP Jawa Timur, Sulaikan, mengecam keras pelaksanaan proyek tersebut. Ia menyebut tidak adanya papan proyek sebagai bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 yang mewajibkan setiap kegiatan menggunakan dana publik untuk terbuka kepada masyarakat.
“Ini jelas pelanggaran. Tanpa papan proyek, publik tidak tahu siapa pelaksana, berapa nilai anggarannya, dan sumber dananya dari mana. Ini menyalahi prinsip transparansi dan bisa dikategorikan proyek siluman,” tegasnya.
Tak hanya soal administrasi, kualitas pekerjaan juga menjadi sorotan. Dari pantauan di lapangan, pemasangan paving blok terlihat asal-asalan dan minim pemadatan tanah dasar. Hal ini dikhawatirkan membuat hasil pekerjaan tidak bertahan lama dan cepat rusak.
“Pekerjaan paving itu tidak bisa asal pasang. Harus ada pemadatan dan perataan dasar agar kuat. Kalau seperti ini, baru beberapa bulan sudah bisa ambles,” tambah Sulaikan.
Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp Kepala SDN 1 TambakKalisogo, Fokal Sulistyowati, S.Pd., menyatakan sekolah hanya menerima manfaat tanpa dilibatkan dalam proses pelaksanaan dan pihaknya posisi di luar kota.
“Kami tidak tahu nilai anggarannya berapa dan siapa pelaksananya. Kami hanya tahu ada pekerjaan paving di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ketiadaan papan proyek dan lemahnya pengawasan membuat masyarakat menilai kegiatan tersebut tidak transparan dan terkesan dipaksakan. Aktivis mendesak instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Sidoarjo, untuk segera turun tangan memeriksa proyek yang dinilai bermasalah ini.(Red)
Leave a Reply