Update Korban Ambruknya Gedung Ponpes Al-Khoziny, korban bertambah 3 Santri Meninggal.


‎Sidoarjo, headlineindonesia.id – 30 September 2025
‎Kabar terbaru dari musibah ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, jumlah korban terus bertambah. Hingga Selasa (30/9/2025) pukul 10.48 WIB, total tercatat 98 santri menjadi korban.

‎Dari jumlah tersebut, 3 santri dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah:

‎1. Mohammad Alfian Ibrahim, asal Kali Anyar (wafat di RSI Siti Hajar),


‎2. Mochammad Mashudul Haq (14), warga Kali Kendal Dukuh Pakis Surabaya,


‎3. Muhammad Soleh (22), asal Bangka Belitung (wafat di RSUD R.T. Notopuro).

‎Sementara itu, 38 orang santri mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di RSUD R.T. Notopuro, delapan di antaranya masih menjalani perawatan intensif, sedangkan lainnya diperbolehkan pulang. Masih ada 1 pasien dalam kondisi zona merah di IGD RSUD dan 7 orang santri dilaporkan masih terjebak dalam reruntuhan.

‎Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, memastikan penanganan medis berjalan optimal. “Kami sudah menambah tenaga perawat dan dokter bedah, baik yang standby di rumah sakit maupun yang diterjunkan langsung ke lokasi evakuasi,” ujarnya dengan nada lirih.

‎Sejumlah rumah sakit di Sidoarjo menjadi rujukan korban, antara lain RS Islam Siti Hajar, RSUD R.T. Notopuro, dan RS Delta Surya. Data terakhir menyebut 52 korban dirawat di RSI Siti Hajar (satu di antaranya meninggal), 40 di RSUD R.T. Notopuro (dua meninggal), dan 6 lainnya di RS Delta Surya.

‎Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang datang langsung ke lokasi kejadian, menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.

‎Tidak ingin keluarga korban terbebani, Khofifah mengatakan “biaya di RSUD akan ditanggung Pemkab Sidoarjo, sedangkan di rumah sakit swasta ditanggung oleh Pemprov Jatim” ujarnya

‎Pemerintah terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jatim untuk memastikan seluruh kebutuhan medis serta pelayanan untuk para korban menjadi prioritas dan terpenuhi.

‎Hingga saat ini Selasa (30/10/2025) Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan SAR, BPBD, TNI-Polri, Tagana, serta relawan bersama warga sekitar. Situasi di sekitar lokasi masih penuh dengan rasa duka dan keprihatinan.

(wyna)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *